dewi


I made this widget at MyFlashFetish.com.

Selasa, 05 Februari 2013

Pengendalian Intern



PENGENDALIAN INTERNAL
Pengendalian internal  adalah semua rencana organisasional, metode, dan pengukuran yang dipilih oleh suatu kegiatan usaha untuk mengamankan harta kekayaannya, mengecek keakuratan dan keandalan data akutansi  usaha tersebut, meningkatkan efisiensi operasional, dan mendukung dipatuhinya kebijakan majerial yang telah ditetapkan.
Pengendalian internal ini penting karena perusahaan suka tidak suka menghadapi banyak ancaan yang bisa mengganggu tercapaiya tujuan system informasi akutansi perusahaan. Sebagai contoh, lokasi tempat perusahaan berada mungkin saja mengalami gempa bumi sehingga gedung perusahaan oboh dan banyak perabot perusahaan yang rusak. Komputer perusahaan juga rusak yang berarti data didalam komputer tersebut juga rusak.
Sebuah system informasi yang tidak memasukan unsur pengendalian internal besar kemungkinannya system informasi tersebut tidak ada gunanya. Salah satu tujuan pengendalian internal adalah menghasilkan informasi keuangan yang andal dan dapat dipercaya. Jika sebuah system informasi  tidak memiliki pengendalian dalam aplikasi tersebut dapat diubah dengan mudah atau faktur tersebut tidak berurut nomor tercetak), maka sekalipun menggunakan aplikasi akutansi, maka pencurian kas yang diterima dari penjualan dapat dengan mudah terjadi.
Lingkungan Pengendalian
          Lingkungan pengendalian yang lemah kemungkinan besar di ikuti dengan kelemahan dalam komponen pengendalian internal yang lain. Lingkungan pengendalian, sebagai komponen pengendalian yang pertama, meliputi faktor-faktor sabagi berikut:
1.      Filosophi manajemen dan gaya operasi.
2.      Komitmen terhadap integritas dan nilai-nilai etika.
3.      Komitmen terhadap kompetensi.
4.      Komite audit dari dewan direksi.
5.      Struktur organisasi.
6.      Metode penetapan otoritas dan tanggung jawab.
7.      Kebijakan dan praktik sumber daya manusia.





Aktivitas Pengendalian
          Aktivitas pengendalian yang terkait dengn pelaporan keuangan antara lain meliputi:
1.      Desain dokumen yang baik dan bernomor urut acak.
2.      Pemisaha tugas..
3.      Otorisasi yang memadai atas setiap transaksi bisnis yang terjadi.
4.      Mengamankan harta da catatan perusahaan.
5.      Menciptakan adanya pengecekan independen atas pekerjaan karyawan lain.

Perbedaan pengendalian pada system manual dengan pengendalain pada system komputer.
Pengendalian Internal Akutansi
dalam Sistem Manual
Pengendalian Internal Akutansi
Dalam Sistem Komputer
Pembagian tanggung jawab pelaksanaan suatu transaksi ketangan beberapa orang atau departemen agar tercipta adanya cross chek (cek silang) dan spesialisasi dari pekerjaan klerikal.
Ketelitian dan kecepatan pengolahan data dengan komputer, lebih sedikit diperlukan cek silang dalam pengolahan data terutama yang menyangkut dalam pengolahan data akutansi.
Dilakukan pemeriksaaan secara visual terhadap transaksi penting dan dokumen yang diproses melalui system.
Komputer dapat melaksanankan sebagai pemeriksaan (edit) yang semula dilakukan oleh manusia melalui program komputer sehingga megurangi pekerjaan editing dokumen secara visual.
Manual system lebih menitikberatkan pada pengendalian ditangan manusia yang dicapai dengan pembagian tanggung jawab pelaksanaan transaksi ke beberapa orang/bagian.
Sistem komputer lebih menitikberatkan pengendalian melalui program komputer, sehingga pembagian tanggung jawab fungsional dalam pelaksanaan transaksi dapat dikurangi.

Sumber :
Lilis puspitawati, Sri dewi anggadini, 2011. Sistem Informasi Akutansi. yogyakarta: Graha Ilmu.
Anastasia Diana, lilis setiawati, 2011. Sistem Informasi Akutansi. Yogyakarta: C.V  ANDI OFFSET.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar